Way Kanan – SMK Negeri Blambangan Umpu melaksanakan Apel Tematik Pencegahan Kekerasan terhadap Anak sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (1/9/2026) tersebut mengusung tema “Literasi Digital dan Anti KBGO (Kekerasan Berbasis Gender Online)”.
Pelaksanaan apel tematik ini merupakan tindak lanjut dari Edaran Gubernur Lampung Nomor 50 Tahun 2026 tentang pelaksanaan apel tematik pencegahan kekerasan terhadap anak pada jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK negeri maupun swasta. Dalam edaran tersebut, kegiatan apel tematik dilaksanakan minimal satu kali dalam satu semester sebagai bagian dari upaya meningkatkan perhatian dan kesadaran warga satuan pendidikan terhadap pencegahan kekerasan terhadap anak.
Bertindak sebagai pembina apel, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri Blambangan Umpu, Yudi Haryadi, S.Kom. Dalam kesempatan tersebut, Yudi Haryadi sekaligus memperkenalkan kepada seluruh warga sekolah mengenai pelaksanaan apel tematik serta pentingnya memahami isu pencegahan kekerasan terhadap anak, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan peserta didik di era digital.
Tema Literasi Digital dan Anti KBGO menjadi perhatian khusus dalam kegiatan tersebut. Peserta didik diajak untuk memiliki pemahaman dan sikap yang bijak dalam menggunakan teknologi dan media digital. Penguatan literasi digital diharapkan dapat membantu siswa mengenali berbagai bentuk perilaku yang tidak tepat di ruang digital serta lebih memahami pentingnya menjaga diri, menghormati orang lain, dan menggunakan media digital secara bertanggung jawab.
Pembahasan mengenai Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) juga menjadi bagian penting dari pesan yang disampaikan melalui apel tematik. Perkembangan teknologi dan semakin luasnya penggunaan media sosial membuat peserta didik perlu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai potensi kekerasan yang dapat terjadi di ruang digital. Karena itu, pemahaman mengenai etika berkomunikasi, menjaga privasi, menghormati batasan orang lain, serta bersikap bijak dalam membagikan maupun menerima informasi menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang lebih aman.
Apel tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI. Para peserta didik mengikuti rangkaian kegiatan dengan cukup tertib dan khidmat. Guru dan staf SMK Negeri Blambangan Umpu juga turut berbaris bersama siswa di lapangan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan dan pesan yang dibawa dalam apel tematik tersebut.
Kelancaran kegiatan tidak terlepas dari dukungan berbagai unsur di lingkungan sekolah. OSIS SMK Negeri Blambangan Umpu turut membantu persiapan kegiatan, mulai dari kesiapan peserta hingga kebutuhan teknis pelaksanaan apel. Sementara itu, para guru dan staf menunjukkan antusiasme dengan turut mengikuti kegiatan bersama seluruh peserta didik.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan kekerasan terhadap anak bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Sekolah membutuhkan peran bersama antara pimpinan, guru, tenaga kependidikan, organisasi siswa, dan seluruh peserta didik untuk membangun budaya sekolah yang aman serta saling menghargai.
Melalui Apel Tematik Pencegahan Kekerasan terhadap Anak dengan tema “Literasi Digital dan Anti KBGO”, SMK Negeri Blambangan Umpu berharap kesadaran peserta didik terhadap keamanan dan etika di ruang digital semakin meningkat. Peserta didik diharapkan mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, bertanggung jawab, serta turut menciptakan lingkungan digital yang sehat dan bebas dari kekerasan.
Kegiatan apel tematik berlangsung dengan lancar, tertib, dan khidmat. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi salah satu langkah SMK Negeri Blambangan Umpu dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, serta mampu memberikan perlindungan kepada seluruh peserta didik, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan digital.