Way Kanan — Upaya melihat lebih dekat kebiasaan dan kegemaran membaca di kalangan pelajar hadir di SMK Negeri Blambangan Umpu melalui kegiatan pengisian instrumen Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Tahun 2026, Kamis (8/10).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh siswa dari beberapa kelas, yakni X DKV, XI DKV, X AKL, X TKJ 1, dan XI MP. Para siswa mengikuti pengisian instrumen secara daring dengan menggunakan telepon seluler masing-masing.

Pengumpulan data TKM ini dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Way Kanan sebagai tindak lanjut dari pemberitahuan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) mengenai pengumpulan data Kajian Perpustakaan Indonesia Tahun 2026. SMK Negeri Blambangan Umpu menjadi salah satu tempat pelaksanaan pengisian instrumen bagi peserta didik di Kabupaten Way Kanan.

Bagi para siswa, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas mengisi instrumen secara daring. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan turut mengajak mereka melihat kembali kebiasaan membaca dalam keseharian, mulai dari seberapa sering membaca hingga bagaimana aktivitas membaca menjadi bagian dari kehidupan sebagai pelajar.

Keterlibatan siswa dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan sekolah terhadap penguatan budaya literasi. Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan dan kegemaran membaca tetap menjadi salah satu fondasi penting bagi peserta didik dalam memperoleh pengetahuan, memahami informasi, serta mengembangkan wawasan.

Sebanyak 100 siswa difasilitasi untuk mengikuti pengisian instrumen TKM dan diminta membawa perangkat telepon seluler yang dapat digunakan untuk mengakses serta mengisi instrumen secara daring. Adapun tautan dan petunjuk pengisian disampaikan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Way Kanan.

Melalui kegiatan TKM 2026 ini, partisipasi siswa SMKN Blambangan Umpu diharapkan dapat turut memberikan gambaran mengenai tingkat kegemaran membaca di kalangan pelajar. Lebih jauh, data tersebut dapat menjadi bagian dari upaya melihat perkembangan budaya literasi dan menjadi bahan penting dalam mendorong kebiasaan membaca yang semakin baik di lingkungan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *